You're here
Home > Bilateral > WORKSHOP PENINGKATAN KERJA SAMA BILATERAL 2018

WORKSHOP PENINGKATAN KERJA SAMA BILATERAL 2018

Pada tanggal 18 January 2018, Bureau of International Cooperation , Kemenkes menyelenggarakan workshop yang membahas tentang potensi kerja sama bilateral kesehatan, termasuk peluang dan tantangannya.

Workshop tersebut diselenggarakan guna meningkatkan hubungan kerja sama di bidang kesehatan bilateral antara Indonesia dengan negara-negara mitra. Saat ini, terdapat 14 MoU bilateral sektor kesehatan dengan negara mitra dari 193 negara di dunia, diantaranya 7 MoU dihasilkan di tahun 2017. Workshop dihadiri oleh sejumlah lebih kurang 150 orang peserta terdiri dari perwakilan seluruh unit eselon I Kemenkes, Rumah Sakit vertikal Kemenkes, serta Politeknik Kesehatan Kemenkes.

Hal yang mengemuka pada saat diskusi adalah pertanyaan tentang bagaimana membuat kesehatan sebagai industri serta bagaimana caranya agar industri farmasi dan alat kesehatan menjadi program komoditas nasional? Selama ini industri kesehatan Indonesia belum menyentuh lingkup global, padahal sektor yang paling penting dari negara berkembang adalah industri kesehatan dan industri pendidikan.

Diplomasi kesehatan belum menunjukkan progress yang signifikan sebagaimana diplomasi di bidang perdagangan utamanya di kawasan Asia Afrika yang dinilai luar biasa. Peningkatan peran Kemenkes bukan hanya pada saat mengatasi wabah/pandemik, tapi juga meningkatkan kerja sama ekonomi secara komprehensif.

Saat ini terdapat potensi kerja sama dengan 10 negara mitra yang sudah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kemenkes RI, yaitu: Brunei Darussalam, Timor Leste, Arab Saudi, Qatar, Korea Selatan, RRT, Denmark, Kuba, Turki, Viet Nam. Area-area kerja sama yang tercantum dalam MoU bilateral kesehatan dengan negara-negara sahabat perlu segera diimplementasikan agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya tenaga kesehatan Indonesia.

Disimpulkan bahwa saat ini Kemenkes perlu membuat Roadmap potensi Kesehatan, termasuk kekuatan dan kelemahannya, yang bisa dikerjasamakan/dipersaingkan di tingkat global. Utamanya sektor farmasi dan alat kesehatan, karena tenaga kesehatan maupun pelayanan kesehatan dianggap sebagai sektor “seksi” dalam topik isu perundingan bilateral. Selain itu, Kemenkes juga perlu membentuk Tim Globalisasi Kesehatan yang terdiri dari Kemenkes, Kemenlu, Kemendag, Kemenkumham, BKPM yang mampu membangun sinergi dari berbagai kebijakan di internal Kemenkes maupun sinergi kebijakan dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait.

Top