你在这里
主页 > 多边 > Indonesia jadi Anggota Executive Board WHO periode 2018 2021 Sidang Sesi ke-71

Indonesia jadi Anggota Executive Board WHO periode 2018 2021 Sidang Sesi ke-71

World Health Assembly (WHA) telah berlangsung pada tanggal 21-26 Mei 2018 di Kantor PBB di Jenewa, Swiss. Sidang dipimpin oleh Presiden WHA terpilih, Dr. Pagwesese David Parirenyatwa (Minister of Health of Zimbabwe) dengan lima vice-presidents dari Filipina, Maladewa, Kazakhstan, Djibouti dan Repulik Dominika serta telah dihadiri oleh 194 negara anggota WHO. Delegasi RI dipimpin oleh Dirjen P2P dengan 16 anggota delegasi terdiri unsur-unsur dari semua unit utama Kementerian Kesehatan, PT. Biofarma, dan PTRI Jenewa.

Tema utama sidang WHA tahun 2018 ini adalah “Health for all: Commit to Universal Health Coverage”. Sidang WHA 71 menghasilkan 4 keputusan dan 11 resolusi, dimana ada beberapa topik yang memerlukan pembahasan khusus tentang draf resolusi infant and young child feeding.

Delegasi Amerika Serikat (AS) menyampaikan proposal yang intinya ingin mengurangi beberapa ketentuan yang tercantum dalam resolusi itu antara lain tentang Code of Marketing Formula dan Baby Friendly Hospital. Proposal AS ini ditentang oleh sebagian besar anggota karena terlihat ada kepentingan industri di belakangnya.

Selain itu ada beberapa draf resolusi yang lain juga dilakukan pembahasan yang lebih mendalam yaitu Draf Implementation of IHR 2005;. Draft resolusi poliomyelitis – containment of polio viruses; dan Draft decision PIP Framework for the sharing of influenza viruses and access to vaccines and other benefits.

Dirjen P2P dalam pidatonya pada sesi General Debate tanggal 22 Mei 2018 menyampaikan beberapa poin utama antara lain: 1) Pencapaian UHC di Indonesia telah mencakup 195 juta penduduk atau lebih dari 75% penduduk. 2) Menjelaskan tentang 4 prinsip Jaminan Kesehatan Nasional yatu : meingkatkan akses ke pelayanan kesehatan berkualitas, melakukan kendali mutu dan kendali biaya, memperkuat pelayanan kesehatan baik primer maupun rujukan dan mengutamakan preventif dan promotif. 3) Untuk meningkatkan cakupan perlu dilakukan kolaborasi dengan sektor swasta. 4) Meminta WHO agar bisa lebih aktif memfasilitasi pertukaran best practices dan lesson learnt antar negara dalam implementasi UHC.

Selain itu, delegasi RI juga telah berpartisipasi aktif baik sebagai panelis maupun sebagai peserta dalam serangkaian side event yang dilaksanakan di sela-sela sidang WHA ke-71. Indonesia mejadi sponsor dalam side event “MIKTA member states commitment to the Global Movement towards UHC : Focused Actions on Primary Health Care and Financing for Effective Delivery”.

Pada sesi plenary tanggal 25 Mei 2018, Indonesia telah resmi menjadi anggota Executive Board(EB) untuk periode 2018-2022 bersama dengan 11 negara lain yaitu : Australia, Chile, China, Djibouti, Finlandia, Gabon, Jerman, Israel, Romania, Sudan dan Amerika Serikat akan mulai berpartisipasi sebagai anggota EB pada Sidang EB ke-143 yang akan dilaksanakan pada tanggal 28-29 Mei 2018.

Selama WHA 71 berlangsung, delegasi RI telah melakukan 14 pertemuan bilateral, terdiri dari: pertemuan dengan 3 Negara (Korsel, Italia dan Kuba), 4 organisasi internasional, 6 NGO dan 2 sektor swasta. Pertemuan ini bertujuan mulai dari menyampaikan undangan pertemuan tingkat menteri GHSA, menjajaki kerjasama dan memperkenalkan program baru.

到达顶点