You're here
Home > Bilateral > Kemenkes Kerja Sama dengan URI Amerika Serikat untuk Tingkatkan Kapasitas SDM dan Penelitian Kesehatan

Kemenkes Kerja Sama dengan URI Amerika Serikat untuk Tingkatkan Kapasitas SDM dan Penelitian Kesehatan

Kepala Badan PPSDM Kesehatan dan Kepala Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI melakukan penandatanganan Technical Agreement dengan Rektor University of Rhode Island (URI) di Jakarta, pada hari Senin (7/1/2019).

Proses penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama yang pertama di awal tahun 2019 tersebut turut disaksikan oleh Sekjen Kemenkes, drg. Oscar Primadi, MPH. “Saya yakin kerja sama yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dengan University of Rhode Island yang memiliki reputasi sebagai salah satu Institusi Pendidikan Tinggi Berbasis Riset terbaik di Amerika Serikat dapat mendorong peningkatan kapasitas para tenaga kesehatan, peneliti dan akademisi kita untuk bersaing di dunia internasional selain tentunya memaksimalkan implementasi program-program kesehatan nasional,” kata Sekjen Oscar.

Rektor University of Rhode Island Amerika Serikat, Dr. David M. Dooley juga menyampaikan rasa optimisnya bahwa keahlian yang dimiliki URI dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk peningkatan kapasitas Kemenkes RI dalam mencapai sasaran yang ingin dicapai.

Area kerja sama yang disepakati antara lain adalah terkait 1) penelitian; 2) kolaborasi penulisan untuk publikasi di Jurnal Internasional; 3) diskusi ilmiah atau forum ilmiah lainnya secara regular; 4) Pengembangan dan pelaksanaan pelatihan; 5) Pengembangan dan pelaksanaan program research fellow; 6) Program sarjana serta Magister atau Doktoral di URI; 7) Program Pelatihan Gabungan dan Kelas Internasional; 8) Pelaksanaan program pertukaran untuk dosen kesehatan, staf, dan mahasiswa; 9) pengembangan Kurikulum Bersama di Keperawatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Farmasi dan bidang kesehatan lainnya; 10) pengembangan sistem sertifikasi internasional untuk para profesional kesehatan; and 11) Kolaborasi untuk mengadopsi dan mengadaptasi standar kompetensi internasional di Kemenkes.

 

Top