You're here
Home > Bilateral > Pertemuan 2nd Ministerial Conference On Antimicrobial Resistance, di Noordwijk, Belanda, 19-20 June 2019

Pertemuan 2nd Ministerial Conference On Antimicrobial Resistance, di Noordwijk, Belanda, 19-20 June 2019

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Kesehatan RI dengan anggota Delegasi terdiri dari wakil-wakil unit terkait pada Kemenkes dan perwakilan RS Vertikal Kemenkes, Komite Nasional Program Pengendalian Resistensi Antimikroba serta KBRI Den Haag telah menghadiri 2nd Ministerial Conference on Antimicrobial Resistance (AMR) di Grand Hotel Huis ter Duin, Noordwijk, Belanda (19/6). Menteri Kesehatan RI menjadi Co-Chair bersama dengan Menteri Kesehatan dan Olah Raga Belanda, Mr. Bruno Bruins, dan Deputi Perdana Menteri/Menteri Pertanian, Alam, dan Kualitas Pangan Belanda, Ms. Carola Schouten.

Konferensi AMR ke-2 dengan tema “Accelerating Ambitions for Future Health” membahas kemajuan implementasi WHO Global Action Plan on AMR (GAP-AMR) dalam upaya percepatan dan peningkatan kolaborasi multi-sektor untuk implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Antimikroba.

Menkes RI menjelaskan bahwa AMR telah menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang membutuhkan perhatian serius para pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan non-kesehatan. AMR telah berdampak negatif terhadap perekonomian dan kesehatan global. Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan investasi, penguatan sistem kesehatan (baik manusia dan hewan) dan kesiapsiagaan dalam mengendalikan penyakit menular, serta membangun surveilans resistensi antimikroba yang terintegrasi, khususnya melalui pendekatan One Health.

Pada konferensi tersebut, ditayangkan Virtual Reality Video mengenai penanganan AMR pada Rumah Sakit di Indonesia khususnya di RS Persahabatan. Menkes RI menjelaskan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini antara lain penyediaan anggaran berkelanjutan, evaluasi dan monitoring, serta pembentukan Komite Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) di seluruh pelayanan kesehatan. Indonesia terus melakukan upaya mengatasi tantangan tersebut melalui peningkatan kerja sama multi-sektor, penyediaan anggaran yang memadai, peningkatan kepeduliaan masyarakat, Program AMR Stewardship, dan peningkatan kepatuhan Rumah Sakit pada PPRA sebagai syarat akreditasi Rumah Sakit.

Menkes RI pada Sesi Penutupan menyampaikan apresiasi atas kerja sama para Panelis dan Peserta dalam diskusi interaktif dan mencatat komitmen tinggi dari para peserta yang menjadi modal penting untuk mempercepat ambisi pencapai target memerangi AMR pada tingkat global, regional dan nasional. Kedua Menteri juga mencatat hasil penting Konferensi antara lain MPTF, Program Twinning AMR dan AWaRe.

Top
Bureau of International Cooperation . Membuka Pintu Kerja Sama Internasional untuk Mendukung Pembangunan Kesehatan Nasional