أنت هنا
الرئيسية > ثنائي > TIDAK INGIN MENJADI ZOMBIE, KEMENKES RI PROAKTIF REALISASIKAN KERJA SAMA KESEHATAN DENGAN BRUNEI DARUSSALAM

TIDAK INGIN MENJADI ZOMBIE, KEMENKES RI PROAKTIF REALISASIKAN KERJA SAMA KESEHATAN DENGAN BRUNEI DARUSSALAM

Delegasi Kementerian Kesehatan RI telah menghadiri Pertemuan Pertama Joint Working Group (JWG) on Health RI-Brunei Darussalam di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam (9/7/2019). Delegasi Kementerian Kesehatan RI dipimpin oleh drg. Oscar Primadi, MPH, Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, didampingi Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, Kepala Pusat Pelatihan SDM Kesehatan, Direktur Poltekkes Bandung, Perwakilan Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer, Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional, Direktorat Penilaian Alat Kesehatan, Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Direktorat Asia Tenggara Kemenlu serta KBRI Brunei Darussalam. Sementara Delegasi Kementerian Kesehatan Brunei Darussalam dipimpin oleh Permanent Secretary, Yang Mulia Awang Haji Abdul Manap bin Othman.

Delegasi 1st Joint Working Group on Health RI-BD, 9 - 10 Juli 2019
Foto Bersama Delegasi Kemenkes RI dan Kemenkes Brunei Darussalam

 

Dalam sambutannya, Abdul Manap menyampaikan komitmen Brunei Darussalam untuk meningkatkan kerja sama kesehatan dengan Indonesia, karena mempunyai banyak persamaan dalam sistem kesehatan. “Brunei Darussalam dan Indonesia mempunyai banyak persamaan dalam sistem kesehatan, salah satunya adalah Jaminan Kesehatan serta tantangan yang sama dalam menghadapi ancaman kesehatan dunia”, ujar Abdul Manap. Lebih lanjut beliau mengutarakan pentingnya menjalin kerja sama dalam kesehatan, “kedua negara perlu saling belajar khususnya dalam menghadapi penyakit baik penyakit menular maupun epidemi penyakit tidak menular”.

Sebagai negara tetangga yang cukup dekat, Indonesia juga memandang sangat penting untuk meningkatkan kerja sama terutama dalam bidang kesehatan. Hal tersebut ditegaskan oleh Oscar Primadi, “MoU kerja sama antara Indonesia dan Brunei sangat penting untuk menjamin tercapainya pembangunan kesehatan di dua Negara”. Lebih lanjut disampaikan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menjamin kesehatan masyarakat Indonesia melalui program Indonesia Sehat, yang terdiri dari tiga elemen: melalui penyebarluasan paradigma sehat, dengan mengarusutamakan kesehatan dalam pembangunan nasional dan pemberdayaan masyarakat yang sehat; memperkuat pelayanan kesehatan; dan menerapkan skema Asuransi Kesehatan Nasional untuk memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang terjangkau.

JWG on Health RI-BD Juli 2019
Penandatangan Plan of Action (PoA) Bidang Kesehatan oleh Abdul Manap dan Oscar Primadi

Pertemuan Pertama Joint Working Group on Health Cooperation Indonesia-Brunei Darussalam telah menghasilkan dokumen penting berupa Plan of Action yang berisikan program-program kerja sama konkrit untuk mengimplementasikan MoU Kerja Sama Bidang Kesehatan RI-Brunei Darussalam. Setelah ditandatangani, kedua negara sepakat untuk melaksanakan program kerja sama melalui 7 (tujuh) kegiatan, meliputi:

  • Exchange of information on Public Health (Diseases Control, Environmental Health, Occupational Health, and Food Safety)
  • Exchange of information on Health Promotion
  • Exchange of information on Traditional Medicines, Medicinal Products and Health Technology Regulations
  • Exchange of information on Traditional, and Complementary Medicines (Practice)
  • Identify mutually agreed areas in the exchange of health and medical experts, and develop the exchange program
  • Internship Program for Health Professionals in specified specialties areas
  • Joint research and development in the area of Non-Communicable Diseases (NCD).

Kementerian Kesehatan RI juga menjajaki kerja sama dalam bidang akademik serta pertukaran pelajar dan dosen antara Poltekkes Kemenkes dengan Universitas Brunei Darussalam. Selain itu, delegasi juga berkesempatan melihat secara langsung sistem pelayanan kesehatan di Brunei Darussalam baik di tingkat pelayanan primer maupun di tingkat pelayanan rujukan saat melaksanakan kunjungan ke Berakas health Center dan RIPAS Hospital (10/7/2019).

JWG on Health RI-BD, Juli 2019
Kunjungan ke Berakas Health Center

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Brunei Darussalam, Dubes Sujatmiko saat jamuan makan malam di Wisma Duta Besar, menyambut baik kesepakatan Plan of Action dengan berbagai program kegiatan kerja sama yang konkrit dan diharapkan dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang disepakati. Dubes Sujatmiko menegaskan bahwa “Plan of Action harus benar-benar dilaksanakan dengan diikuti kegiatan yang konkrit oleh kedua pihak, dan jangan sampai menjadi kesepakatan zombie.

Penyelenggaraan Pertemuan Pertama Joint Working Group on Health Cooperation Indonesia-Brunei Darussalam merupakan inisiatif Indonesia untuk mempercepat implementasi konkret MoU Kerja Sama Bidang Kesehatan RI-Brunei Darussalam. Selanjutnya, kedua negara sepakat untuk melanjutkan Pertemua Kedua pada tahun 2020 di Indonesia.

فوق
Bureau of International Cooperation. Membuka Pintu Kerja Sama Internasional untuk Mendukung Pembangunan Kesehatan Nasional