أنت هنا
الرئيسية > ثنائي > PENYELENGGARAAN BRIEFING PERAWAT INDONESIA DARI KERAJAAN ARAB SAUDI

PENYELENGGARAAN BRIEFING PERAWAT INDONESIA DARI KERAJAAN ARAB SAUDI

Nurses KAS1

Kemenkes telah menyelenggarakan pertemuan untuk memberi kesempatan perawat Indonesia bertemu dan melakukan wawancara langsung dengan Kemenkes Kerajaan Arab Saudi. Selama ini, agar dapat bekerja sebagai perawat di Arab Saudi, pendaftaran dilakukan secara mandiri oleh Perawat Indonesia.

Pertemuan ini merupakan salah satu implementasi kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Arab Saudi yang telah terjalin sejak tahun 2017 berdasarkan MoU Bidang Kerja Sama Kesehatan Indonesia-Arab Saudi yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan RI dan Menteri Kesehatan Arab Saudi di Bogor tanggal 1 Maret 2017, mengingat salah satu area kerja sama yang disepakati dalam MoU adalah kerja sama penempatan tenaga profesional kesehatan Indonesia.

Nurses KAS3

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Prof.dr. H. Abdul Kadir, Sp,THT, – KL (K), Phd, MARS memberikan pengarahan kepada 43 orang perawat Indonesia pada kegiatan briefing tentang mekanisme dan proses penempatan Perawat Indonesia. Ia meminta agar perawat Indonesia dapat menggali potensi dan mencari peluang untuk dapat bekerja di negara-negara yang membutuhkan tenaga profesional keperawatan.

“Pertemuan kita hari ini sangat baik karena kita dapat membangun jejaring sekaligus mendengarkan hal-hal penting yang ingin disampaikan oleh Delegasi dari Kementerian Kesehatan Saudi Arabia, terutama terkait proses dan mekanisme penempatan tenaga perawat di negara Arab Saudi. Saya berharap adik-adik dapat menunjukkan profesionalisme dan etika yang baik guna menanamkan citra baik Perawat Indonesia di mata dunia,” pesan Prof Kadir di Auditorium Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, الاثنين (2/3).

 

Nurses KAS2

Para perawat yang mengikuti kegiatan terlihat antusias memberikan pertanyaan tentang prosedur dan mekanisme proses rekrutmen di Arab Saudi. Sebagian besar mereka berasal dari luar kota Jakarta, menunjukkan minat tinggi untuk bekerja di Arab Saudi.

Dari 43 Perawat yang mengikuti wawancara, terdapat 17 Perawat memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan oleh Kemenkes Kerajaan Arab Saudi. 16 orang di antaranya telah menandatangani kontrak kerja, 1 orang mengundurkan diri. Kemenkes Arab Saudi akan menyampaikan hasil wawancara yang direkrut sebelum JWG ke-3 di Indonesia yang direncanakan pada akhir bulan April 2020. Diharapkan saat JWG ke-3, akan dibahas hal-hal teknis proses rekrutmen dan penempatan Perawat Indonesia di Kerajaan Arab Saudi.

فوق
Bureau of International Cooperation. Membuka Pintu Kerja Sama Internasional untuk Mendukung Pembangunan Kesehatan Nasional